![]() |
| Kepala Cabang PT. Dharma Lautan Utama Firman Dandy (foto istimewa) |
Mandalikaplus.com - Lombok Barat, PT Dharma Lautan Utama (DLU) memastikan kesiapan armada dalam pelayanan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi tahun 2026.
Manager PT Dharma Lautan Utama, Firman Dandy, menyampaikan bahwa sebelumnya seluruh kapal telah menjalani proses pemeriksaan kelayakan laut (RAM Check) dan inspeksi keselamatan pada awal Februari 2026.
“Untuk persiapan armada saat ini sudah ada 21 kapal yang siap beroperasi. Seluruh kapal sudah melaksanakan RAM Check dan inspeksi keselamatan pada awal Februari yang dilakukan oleh KSP Kelas III Lembar dan KSOP Kelas IV Padangbai, sehingga seluruh kapal dinyatakan layak laut untuk melayani angkutan libur Nyepi dan Lebaran tahun ini,” ujar Firman kepada awak media di kantor DLU Lembar, Jumat (13/3/2026).
Firman menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan tiga skenario operasional untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa mudik.
Skenario pertama adalah skenario normal dengan 13 kapal beroperasi setiap hari. Kemudian skenario padat dengan 16 kapal beroperasi per hari, dan skenario sangat padat yang memungkinkan hingga 18 kapal beroperasi dalam sehari.
“Kami berharap masyarakat yang akan mudik, terutama saudara-saudara kita yang bekerja di Bali dan akan pulang ke NTB, bisa mengantisipasi perjalanan sejak jauh hari,” katanya.
Selain itu, ASDP melalui Kementerian Perhubungan juga memberikan diskon tarif penyeberangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Besaran diskon tersebut bervariasi dan dapat dilihat melalui situs resmi operator pelabuhan.
Untuk rute Lembar–Padangbai, PT Dharma Lautan Utama menyiapkan dua kapal, sementara untuk rute Lombok–Surabaya juga disiapkan dua kapal.
Firman mengungkapkan, tiket penumpang tujuan Surabaya saat ini sudah habis terjual (sold out), sementara tiket paket kendaraan seperti sepeda motor dan mobil masih tersedia dalam jumlah terbatas.
“Jika di aplikasi tiket sudah habis, calon penumpang masih bisa datang langsung ke kantor cabang untuk mengecek ketersediaan tiket paket dengan kendaraan,” jelasnya.
DLU juga memprediksi adanya kenaikan jumlah penumpang sekitar 7 hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mengingat libur Nyepi dan Lebaran tahun ini berlangsung berdekatan.
Adapun puncak arus mudik dari Padangbai menuju Lombok diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026, karena banyak pekerja asal NTB yang bekerja di Bali mulai pulang lebih awal.
Sementara itu, puncak arus penyeberangan dari Lombok menuju Surabaya diprediksi terjadi pada 15 hingga 18 Maret 2026, sehingga para pemudik diperkirakan tiba di Surabaya pada 19 Maret atau H-1 Lebaran.
Firman juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui aplikasi resmi atau website yang telah disediakan untuk menghindari praktik percaloan.
“Kami membuka penjualan tiket satu bulan sebelum keberangkatan. Pada periode H-30 hingga H-20 biasanya kami memberikan diskon tarif, sementara mulai H-19 hingga H-1 diberlakukan kenaikan tarif secara progresif atau tarif tuslah,” terangnya.
Ia juga mengingatkan calon penumpang agar memastikan data identitas sesuai dengan tiket yang dibeli karena identitas tersebut akan tercantum dalam manifest penumpang dan berkaitan dengan asuransi perjalanan.
“Kami berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik agar arus mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan nyaman,” pungkasnya.(Ham).

0 Komentar